Rabiot Beberkan Ramuan Milan untuk Juarai Serie A

Gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa Rossoneri memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menjuarai Liga Italia musim 2025-2026. Pernyataan optimis ini disampaikan Rabiot dalam sebuah wawancara baru-baru ini, di mana ia menyoroti beberapa faktor kunci yang membuatnya begitu percaya diri terhadap ambisi Scudetto klub.
Menurut Rabiot, fondasi kuat AC Milan untuk meraih gelar juara didasari oleh tiga pilar utama: institusi klub yang mumpuni, soliditas grup di ruang ganti, dan staf kepelatihan yang krusial. "Semua elemen yang dibutuhkan untuk mewujudkannya ada: klub seperti Milan, tim yang bagus di ruang ganti, dan staf pelatih yang penting," ujarnya. Ia juga menambahkan pentingnya kerja keras dan pengorbanan dari pekan ke pekan, serta mentalitas tambahan yang harus selalu diberikan untuk meraih kemenangan.
Salah satu faktor yang paling ditekankan oleh Rabiot adalah kehadiran Massimiliano Allegri sebagai pelatih. Pemain asal Prancis itu, yang baru bergabung dengan Milan pada musim panas 2025 setelah meninggalkan Marseille, memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan Allegri di Juventus. Rabiot memuji Allegri sebagai "pemenang" dengan kepribadian, gaya melatih, gairah terhadap sepak bola, dan ambisi yang luar biasa. Ia bahkan secara bercanda menyebut Allegri memiliki kemampuan untuk "memprediksi masa depan". Kedekatan dan pemahaman Rabiot terhadap filosofi Allegri disebut menjadi alasan kuat mengapa ia memilih bergabung dengan Milan.
Musim 2025-2026 berjalan positif bagi AC Milan sejauh ini. Rossoneri menempati posisi kedua dalam klasemen Serie A dengan 25 poin dari 12 pertandingan, hanya terpaut dua angka dari pemuncak klasemen AS Roma. Catatan performa mereka secara keseluruhan terbilang sangat baik dengan tujuh kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya satu kekalahan. Kemenangan 1-0 atas rival sekota Inter Milan dalam Derby della Madonnina baru-baru ini semakin menambah kepercayaan diri tim.
Rabiot sendiri telah memberikan dampak instan sejak kedatangannya. Dalam enam pertandingan yang dimulainya, Milan meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang, hanya kebobolan satu gol. Gelandang tersebut juga menyoroti kualitas skuad, menyebut lini tengah Milan sebagai "kelas atas" dan memuji pemain seperti Luka Modric atas profesionalismenya di usia 40 tahun, serta mengapresiasi kerja keras Rafael Leao dalam membantu pertahanan.
Meskipun optimis, Rabiot tetap menyerukan kehati-hatian. Ia menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan Scudetto secara definitif dan bahwa gambaran sebenarnya akan terlihat jelas pada sekitar Februari atau Maret. Fokus utama saat ini adalah bekerja keras dari minggu ke minggu, mengembangkan para pemain, dan terus membangun grup yang kuat untuk menghadapi sisa musim yang panjang dan sulit.