Maresca Merasa Terasing: Menguak Misteri Hilangnya Dukungan

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, melontarkan pernyataan mengejutkan setelah kemenangan 2-0 timnya atas Everton pada Sabtu lalu, dengan mengatakan bahwa "48 jam terakhir adalah yang terburuk sejak saya bergabung dengan klub ini karena banyak orang tidak mendukung saya dan tim". Pernyataan ini muncul meskipun The Blues berhasil mengakhiri rentetan empat pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi dan naik ke posisi keempat di tabel Premier League.
Maresca dengan tegas membantah bahwa komentar tersebut ditujukan kepada para penggemar, menyatakan, "Saya mencintai para penggemar dan kami sangat senang dengan para penggemar." Ketika ditanya apakah ia merujuk pada internal klub, ia hanya menjawab, "Secara umum. Secara umum."
Kemenangan atas Everton di Stamford Bridge tersebut ditandai dengan gol dari Cole Palmer dan satu gol serta assist dari Malo Gusto. Sebelumnya, Chelsea mengalami periode sulit dengan hasil imbang melawan Bournemouth, kekalahan dari Leeds United di Premier League, dan kekalahan dari Atalanta di Liga Champions. Maresca sendiri telah menyatakan bahwa ia bertanggung jawab 100 persen atas kekalahan dari Leeds, mengakui kesalahan dalam pemilihan pemain dan rencana permainan.
Pernyataan pelatih asal Italia ini telah memicu spekulasi luas mengenai pihak-pihak yang dimaksud. Beberapa laporan menduga bahwa Maresca mungkin mengarahkan komentarnya kepada jajaran petinggi klub, termasuk direktur olahraga Paul Winstanley dan Laurence Stewart, serta salah satu pemilik bersama, Behdad Eghbali, yang dilaporkan tidak hadir dalam pertandingan melawan Everton.
Mantan striker Manchester United dan timnas Inggris, Wayne Rooney, ikut mengomentari situasi ini. Rooney meyakini bahwa pernyataan Maresca "sangat terencana" dan ditujukan kepada dewan direksi serta pemilik klub. Ia juga memperingatkan bahwa komentar tersebut dapat menyulitkan klub untuk melindungi Maresca jika situasi memburuk.
Musim 2024/25 adalah musim debut Maresca sebagai manajer Chelsea, di mana ia sebelumnya telah berhasil membawa The Blues meraih gelar Liga Konferensi Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Meskipun demikian, tekanan internal dan eksternal tampak jelas terasa, bahkan setelah kemenangan penting yang mengakhiri tren negatif tim.