CEO Baru Dortmund Ambil Sikap: Pertahankan Sponsor Israel di Tengah Badai Kritik

Borussia Dortmund tetap teguh pada kemitraan sponsor kontroversialnya dengan produsen senjata Jerman, Rheinmetall, meskipun mendapat kecaman luas. CEO baru klub, Carsten Cramer, menegaskan komitmen penuhnya terhadap kesepakatan tersebut, dengan alasan nasionalisme dan perlunya investasi dalam pertahanan negara di tengah situasi global yang berbahaya.
Carsten Cramer, 56 tahun, resmi ditunjuk sebagai CEO Borussia Dortmund pada 26 November lalu, menggantikan Hans-Joachim Watzke. Cramer, yang telah berkontribusi selama lebih dari 15 tahun di berbagai posisi strategis klub termasuk komunikasi, pemasaran, dan internasionalisasi, kini memimpin Die Borussen dalam era baru.
Kemitraan tiga tahun Dortmund dengan Rheinmetall, yang diumumkan pada Mei 2024, telah memicu gelombang kritik dari para penggemar, aktivis, dan masyarakat umum. Rheinmetall adalah produsen senjata terbesar di Jerman dan kelima terbesar di Eropa. Perusahaan tersebut diketahui memasok senjata ke Israel, termasuk 10.000 butir amunisi tank 120 milimeter yang disetujui pemerintah Jerman untuk digunakan di Gaza pada November 2023. Kesepakatan sponsor ini diperkirakan bernilai antara 7 hingga 9 juta euro per tahun.
Para pengkritik berpendapat bahwa kemitraan ini bertentangan dengan kode etik Borussia Dortmund yang mengedepankan masyarakat tanpa rasisme, antisemitisme, homofobia, seksisme, kekerasan, dan diskriminasi. Masyarakat Perdamaian Jerman (German Peace Society) menyerukan pembatalan kesepakatan tersebut, menyatakan bahwa produsen senjata yang mengambil keuntungan dari konflik seharusnya tidak menjadi sponsor klub sepak bola. Banyak yang menuduh klub terlibat dalam konflik di Gaza.
Menanggapi kritik tersebut, Cramer menyatakan bahwa ia "menerima kritik tersebut," namun ia yakin "ini adalah keputusan yang tepat." Ia menjelaskan bahwa di masa-masa berbahaya seperti sekarang, di mana keamanan dan keselamatan negara tidak sepenuhnya terlindungi oleh hubungan diplomatik dan politik, klub seperti Dortmund harus berinvestasi dalam pertahanan. "Kita harus memulai dan menjalankan diskusi di negara kita tentang cara mempertahankan negara, dan Dortmund selalu mengambil tanggung jawab itu," kata Cramer. "Kami akan selalu mengatakan bahwa kami lebih dari sekadar klub sepak bola."
Pernyataan serupa juga pernah disampaikan oleh CEO sebelumnya, Hans-Joachim Watzke, saat kesepakatan itu pertama kali diumumkan. Watzke menekankan bahwa "keamanan dan pertahanan adalah pilar fundamental demokrasi kita." Sejarah Borussia Dortmund menunjukkan hubungan yang kuat dengan Israel, termasuk kunjungan ke memorial Holocaust dan memperkuat hubungan dengan mitra Israel, serta menerima surat terima kasih dari Asosiasi Sepak Bola Israel pada Oktober 2023 atas solidaritas setelah serangan Hamas. Meskipun logo Rheinmetall akan ditampilkan di papan iklan stadion, lapangan latihan, dan acara pemasaran, logo tersebut tidak akan muncul di jersey pemain.