Manchester United Hadapi Kutukan Tandang

Manchester United terus berjuang dengan rekor tandang yang buruk, sebuah masalah yang secara signifikan menghambat performa mereka dalam beberapa musim terakhir. Musim 2024-2025 menjadi puncak dari penurunan ini, di mana klub mencatat rekor perolehan poin tandang terburuk dalam sejarah era Premier League, hanya mengumpulkan 18 poin di kandang lawan. Performa tandang yang mengecewakan ini berkontribusi pada posisi liga terburuk Setan Merah sejak tahun 1974, mengakhiri musim di peringkat ke-15.
Musim 2024-2025 juga ditandai dengan berbagai rekor negatif klub, termasuk jumlah kemenangan terendah (10), kekalahan terbanyak (18), dan jumlah gol paling sedikit (42) dalam sejarah Premier League mereka. Sepanjang musim liga tersebut, mereka bahkan gagal meraih dua kemenangan beruntun sama sekali. Kekalahan telak 1-4 dari Newcastle United pada 13 April 2025, secara definitif memastikan Manchester United akan mencatat perolehan poin terendah mereka dalam sejarah Premier League, dengan poin maksimal yang bisa diraih hanya 56 poin, melampaui rekor buruk sebelumnya yaitu 58 poin pada musim 2021-2022. Pergantian manajer dari Erik ten Hag ke Ruben Amorim pada November 2024 diharapkan membawa perubahan, namun tantangan di laga tandang tetap menjadi perhatian utama.
Memasuki musim 2025-2026, masalah performa tandang ini tampaknya masih membayangi. Menjelang pertandingan melawan Crystal Palace pada 30 November 2025, Manchester United berada di posisi ke-10 klasemen dengan 18 poin. Dalam laga tandang terakhir mereka, Setan Merah menelan kekalahan 0-1 dari Everton pada 24 November 2025. Sebelumnya, mereka bermain imbang 2-2 saat bertandang ke markas Tottenham Hotspur pada 8 November 2025, dan juga bermain imbang dengan skor serupa 2-2 melawan Nottingham Forest pada 1 November 2025.
Salah satu statistik yang mengkhawatirkan adalah kegagalan Manchester United mencetak gol dalam empat pertemuan liga terakhir mereka melawan Crystal Palace. Jika mereka gagal mencetak gol lagi melawan Palace, ini akan menjadi yang pertama kalinya sejak musim 1971-1973 (melawan Everton) dan 1920-1922 (melawan Blackburn) mereka gagal mencetak gol dalam lima pertandingan liga berturut-turut melawan satu lawan.
Secara historis, ada masa di mana Manchester United dikenal kuat di laga tandang, bahkan tidak terkalahkan di Premier League sepanjang musim 2020-2021. Namun, kondisi saat ini berbanding terbalik. Statistik di bawah Erik ten Hag menunjukkan bahwa Manchester United hanya meraih satu poin dari 12 pertandingan tandang mereka melawan sembilan tim teratas liga sejak musim 2023-2024, dengan kekalahan memalukan seperti 6-3 dari Manchester City, 0-7 dari Liverpool, dan 0-4 dari Brentford. Meskipun ada kemenangan tandang langka 2-1 atas Liverpool di Anfield pada Januari 2025, yang merupakan kali pertama dalam 117 tahun mereka meraih kemenangan tandang beruntun atas juara bertahan Premier League, momen-momen positif ini masih belum cukup untuk mengubah tren keseluruhan. Musim 2023-2024 sendiri berakhir dengan posisi ke-8, terburuk sejak 1989-1990, dengan selisih gol negatif, sebagian besar disebabkan oleh badai cedera. Konsistensi performa, terutama di laga tandang, akan menjadi kunci bagi Manchester United untuk dapat kembali bersaing di papan atas Premier League.