Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Lamine Yamal: Mindset Juara Tanpa Beban Ekspektasi, Rekor Hanya Bonus

Admin 01 Dec 2025

Lamine Yamal: Mindset Juara Tanpa Beban Ekspektasi, Rekor Hanya Bonus

Pilar muda Barcelona, Lamine Yamal, telah menarik perhatian publik dengan filosofi kariernya yang tidak memiliki ekspektasi serta pandangannya bahwa rekor bukanlah sebuah obsesi. Pemain berusia 18 tahun ini secara terbuka menyatakan bahwa ekspektasi justru buruk; jika terpenuhi, tujuan akan habis, dan jika tidak, dapat menghancurkan. Ia hanya memercayai dirinya untuk melakukan apa yang diinginkannya. Tujuannya bukan semata untuk memecahkan rekor, melainkan untuk menikmati sepak bola dan menginspirasi anak-anak, membuat mereka ingin menjadi sepertinya.

Sejak debutnya di tim utama Barcelona pada April 2023 di usia belum genap 16 tahun, Yamal telah mengukir sejumlah pencapaian gemilang. Ia telah mencatatkan 32 gol dan 43 assist dalam 121 penampilan di seluruh kompetisi sejak awal musim 2023/2024. Pengaruh besarnya di sayap kanan Blaugrana membuatnya nyaris tak tergantikan, bahkan mengantarkannya menjadi runner-up Ballon d'Or 2025. Selain itu, Yamal juga memiliki peran penting dalam keberhasilan Spanyol menjuarai Euro 2024.

Meskipun menyatakan tidak terobsesi dengan rekor, Yamal telah memecahkan banyak rekor "termuda" di berbagai ajang, termasuk pencetak gol termuda di El Clasico, La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, dan untuk tim nasional Spanyol. Ia juga menjadi starter termuda dalam sejarah Liga Champions pada usia 16 tahun 83 hari.

Dalam beberapa kesempatan, Yamal juga menegaskan dirinya tidak ingin menjadi "Messi baru", meski kerap dibandingkan dengan legenda Argentina tersebut karena sama-sama jebolan La Masia, beroperasi di sayap kanan, dan kini mewarisi nomor punggung 10. Ia ingin mengikuti jalannya sendiri. Ia juga mengungkapkan ambisinya untuk memenangkan segalanya: Liga Champions, Piala Dunia, dan Ballon d'Or, meyakini bahwa penghargaan individu akan datang dari kontribusi tim.

Namun, perjalanan Yamal tidak lepas dari sorotan dan kontroversi. Pernyataan kontroversialnya yang menuduh Real Madrid "mencuri dan mengeluh" menjelang El Clasico pada Oktober 2025 lalu sempat memicu reaksi keras dan memanaskan suasana. Pernyataan ini dianggap tidak sopan oleh beberapa pemain Real Madrid. Selain itu, penampilannya yang kurang memuaskan saat Barcelona kalah 0-3 dari Chelsea di Liga Champions juga menjadi perhatian, dengan pelatih Hansi Flick meminta Yamal untuk segera membuktikan kelasnya dan bangkit dari penampilan mengecewakan tersebut. Mantan pemain Manchester United, Louis Saha, bahkan meragukan Yamal bisa mencapai level Lionel Messi, mengutip kurangnya "obsesi" yang dimiliki Cristiano Ronaldo dan kekhawatiran akan gangguan di luar lapangan.

Terlepas dari semua itu, Yamal tetap menegaskan bahwa ia menikmati sorotan dan status sebagai bintang, serta tidak merasakan tekanan saat bermain sepak bola, berbeda dengan tekanan nyata yang dihadapi orang tuanya dalam kehidupan sehari-hari.