Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Juventus Kian Solid: Menuju Puncak Performa

Admin 21 Dec 2025

Juventus Kian Solid: Menuju Puncak Performa

Juventus mulai menunjukkan tanda-tanda stabilitas yang signifikan di Serie A musim 2025/2026, menempati posisi kelima dengan 29 poin setelah 16 pertandingan, hanya terpaut empat poin dari pemuncak klasemen Inter Milan, menyusul kemenangan kandang 2-1 atas AS Roma pada 20 Desember 2025. Performa yang membaik ini, di bawah arahan pelatih Luciano Spalletti yang mengambil alih kemudi pada akhir Oktober, didukung oleh fondasi finansial klub yang semakin kokoh.

Klub raksasa Turin tersebut mencatatkan keuntungan sebesar €16,9 juta pada paruh pertama tahun fiskal 2024/2025, sebuah peningkatan drastis dari kerugian di tahun sebelumnya. Defisit klub untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni juga jauh berkurang menjadi €58 juta, lebih ringan dibandingkan kerugian €199 juta pada musim sebelumnya. Pemulihan finansial ini sebagian besar berkat kembalinya Juventus ke Liga Champions, yang menyumbang €102 juta dari hak siar dan penjualan tiket.

Namun, stabilitas ini muncul setelah periode turbulensi yang panjang. Juventus telah mengalami kerugian kumulatif hampir satu miliar euro antara musim 2014-2015 dan 2024-2025, yang memaksa injeksi modal berulang dari perusahaan induknya, Exor. Meski demikian, manajemen klub kini memproyeksikan titik impas finansial dapat tercapai pada tahun 2026 atau musim 2026-2027, menandakan optimisme yang berhati-hati.

Dari sisi teknis, penunjukan Luciano Spalletti sebagai pelatih kepala pada 30 Oktober 2025, setelah masa singkat Igor Tudor dan pelatih interim Massimo Brambilla, tampaknya memberikan arah baru. Sejak kedatangannya, tim mencatat tujuh kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan dari 16 pertandingan Serie A, dengan rata-rata 1,73 poin per pertandingan. Angka ini mencerminkan peningkatan konsistensi setelah awal musim 2024-2025 yang disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam 14 tahun.

Pemain-pemain kunci seperti Kenan Yıldız, dengan lima gol di Serie A, serta Dusan Vlahović dan rekrutan baru Jonathan David, mulai menunjukkan kontribusi signifikan di lini serang. Di lini belakang, kehadiran Bremer dan Lloyd Kelly juga memberikan soliditas yang diperlukan. Kiper Michele Di Gregorio turut mendapat pujian atas perannya dalam menjaga pertahanan.

Kembalinya Juventus ke jalur stabil sangat krusial bagi peta persaingan Liga Italia. Mereka kini dianggap sebagai kandidat kuat untuk posisi Liga Champions dan bahkan pesaing gelar, meskipun masih membuntuti Inter dan Napoli. Analis Igor Semshov berpendapat bahwa Juventus tetap dalam perburuan Scudetto karena ketidakkonsistenan tim-tim teratas lainnya.

Implikasi jangka panjang dari stabilisasi ini melampaui hasil di lapangan. Dengan fondasi finansial yang lebih kuat dan kepemimpinan teknis yang jelas, Juventus dapat menarik bakat baru dan mempertahankan pemain kunci, sebuah elemen vital dalam menjaga daya saing di level tertinggi. Ini juga mengirimkan sinyal positif ke pasar, mengembalikan kepercayaan investor dan sponsor. Namun, keberlanjutan performa ini akan sangat bergantung pada kemampuan klub untuk terus mengoptimalkan biaya, meningkatkan pendapatan, dan menjaga konsistensi taktis di bawah Spalletti.