Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia Gugur: Pelatih Beberkan Poin Evaluasi Kritis

Admin 01 Dec 2025

Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia Gugur: Pelatih Beberkan Poin Evaluasi Kritis

Tim Nasional Bola Basket 3x3 Putri Indonesia menghadapi tantangan besar dalam upaya mereka menembus kancah internasional, tercermin dari hasil beberapa turnamen terakhir. Setelah perjuangan keras, tim putri harus mengakui keunggulan lawan dalam ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 di Manama, Bahrain, pada Oktober lalu. Tim muda Merah Putih menutup perjalanan di posisi keenam setelah takluk 12-20 dari Taiwan di babak perempat final. Sebelumnya, mereka tampil solid di babak penyisihan Pool B dengan mencatat empat kemenangan, namun harus kalah dari Thailand dan India. Skuad AYG ini diperkuat oleh Inez Angelina Welly, Chelsea Aurelia, Fiorenza Celesta, dan I Gusti Ayu Krisabela.

Mundurnya tim di berbagai kompetisi memunculkan evaluasi mendalam dari jajaran pelatih. Pelatih Timnas 3x3 Indonesia, Fandi Andika Ramadhani, yang akrab disapa Coach Rama, menyoroti kurangnya pengalaman bertanding sebagai faktor krusial. Dalam FIBA 3x3 Women's Series Jakarta 2025 pada Juli lalu, di mana Indonesia menjadi tuan rumah, timnas putri langsung tersingkir setelah kalah telak dari Australia (5-21) dan Filipina (8-21). Coach Rama mengakui bahwa tim yang baru dibentuk sekitar satu bulan tersebut kalah jauh dalam hal jam terbang dibandingkan lawan-lawannya. Australia, misalnya, adalah juara Asia Cup 2025, sementara Filipina sudah lebih dulu mengikuti seri turnamen serupa di Eropa.

Kekalahan di Women's Series Jakarta 2025 ini dianggap sebagai "tamparan keras" mengingat adanya visi untuk menembus Olimpiade. Senada dengan pelatih, salah satu pemain, Evelyn Fiyo, merasakan betul perbedaan signifikan saat berhadapan langsung dengan tim-tim hebat. Ia menyebut bahwa pola permainan yang dilatih tidak keluar karena tim belum terbiasa dengan tekanan dari lawan, serta kurangnya pengalaman dalam latihan melawan tim yang setara.

Evaluasi serupa juga diungkapkan setelah Timnas 3x3 Putra dan Putri berkompetisi di Lite Quest 3x3 Jumpshot di Singapura pada Februari 2025. Coach Rama menyampaikan bahwa ajang tersebut memberikan banyak pelajaran karena mereka bersaing dengan pemain profesional dan senior yang sudah terbiasa dengan kompetisi 3x3. Dari pengalaman ini, ia mengidentifikasi kebutuhan penguatan fisik yang meliputi strength, endurance, dan agility, serta penajaman akurasi tembakan.

Menatap ke depan, Coach Rama optimistis terhadap masa depan basket 3x3 putri Indonesia, namun menekankan perlunya pengembangan yang berkelanjutan dan konsisten. Ia berharap ada lebih banyak talent pool pemain yang dibina serta rencana strategis untuk program try-out sepanjang tahun. Keterlibatan dalam pertandingan-pertandingan yang lebih banyak juga dianggap vital agar para pemain terbiasa dengan karakteristik permainan 3x3 yang situasional. Meskipun ada kemunduran, semangat untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi fokus utama tim pelatih dan pemain demi meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang.