Borobudur Bidik FIBA 3x3 Series 2025

Indonesia telah dipastikan menjadi tuan rumah seri ajang bola basket FIBA 3x3 Women Series dan FIBA 3x3 Challenger hingga tahun 2028, dengan potensi besar Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan pada tahun 2026. Setelah edisi pertama Inaspro 3x3 Series dilangsungkan di Jakarta pada tahun 2025, rencana berikutnya menunjuk Borobudur untuk tahun 2026, disusul Bali pada 2027, dan kembali ke Jakarta pada 2028.
Sekretaris Jenderal PP Perbasi, Nirmala Dewi, sebelumnya telah menyebut Borobudur sebagai salah satu kandidat kuat untuk penyelenggaraan ajang di luar Jakarta. Meskipun ada pernyataan "kami belum tahu bagaimana nanti" mengenai detail pelaksanaannya di Borobudur, namun rencana yang lebih spesifik menyebutkan tahun 2026. Penyelenggaraan event ini, yang bertajuk Inaspro 3x3 Series, merupakan kolaborasi antara Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) dan Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). LPDUK/Inaspro telah mendapatkan lisensi resmi dari FIBA untuk menggelar turnamen ini.
Direktur Utama LPDUK | Inaspro, Ferry Kono, mengungkapkan bahwa perkembangan olahraga basket 3x3 di Indonesia menunjukkan kemajuan luar biasa dan ini merupakan peluang emas untuk mengangkat nama Indonesia di kancah dunia. Manajer FIBA 3x3 Asia, Vivian Wang, juga telah secara resmi mengundang tokoh-tokoh penting komunitas basket Indonesia untuk menjalin kerja sama dalam memajukan olahraga ini.
Ajang FIBA 3x3 Women's Series memungkinkan tim-tim untuk mengumpulkan poin peringkat yang krusial untuk kualifikasi negara dalam kejuaraan zona, kejuaraan dunia, bahkan Olimpiade. Sementara itu, FIBA 3x3 Challenger adalah ajang satu tingkat di bawah FIBA 3x3 World Tour, di mana banyak tim nasional berpartisipasi untuk lolos ke kejuaraan dunia dan Olimpiade. Kemenpora melihat ajang ini sebagai langkah dan komitmen serius dalam menyongsong Olimpiade 2028 di Los Angeles, dengan harapan dapat memunculkan atlet-atlet basket 3x3 potensial.
Pemilihan Borobudur sebagai lokasi menunjukkan fokus pada pengembangan sport tourism. Borobudur sendiri memiliki rekam jejak yang baik dalam menyelenggarakan event olahraga berskala besar, seperti Borobudur Marathon dan Tour de Borobudur, yang memadukan olahraga dengan pariwisata. Borobudur Marathon 2025 bahkan telah mendapatkan Elite Label dari World Athletics, menunjukkan kemampuannya menyelenggarakan acara kelas dunia. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga menyatakan bahwa acara olahraga dapat mendekatkan Borobudur kepada masyarakat dan mendorong ekosistem pariwisata di sekitarnya. Area Borobudur dengan lanskap alamnya yang luas dan jalur hijau dinilai memiliki potensi besar untuk kegiatan olahraga dan wisata kebugaran.