Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Super League Indonesia 2025/2026: Panduan Lengkap Format, Aturan, dan Tiket Asia

Admin 27 Dec 2025

Super League Indonesia 2025/2026: Panduan Lengkap Format, Aturan, dan Tiket Asia

Jakarta – Kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia, yang kini resmi menyandang nama Super League Indonesia, telah memulai musim 2025/2026 pada 8 Agustus 2025, menandai era baru dengan sistem kompetisi tunggal wilayah, regulasi pemain asing yang diperbarui, serta jalur kualifikasi ke kompetisi Asia yang menuntut lebih banyak dari klub-klub peserta. Musim yang dijadwalkan berakhir pada 23 Mei 2026 ini diikuti 18 tim yang bersaing di bawah pengawasan operator kompetisi, I.League, demi gelar juara dan representasi di kancah kontinental.

Super League Indonesia 2025/2026 mengadopsi format satu wilayah dengan sistem double round-robin, yang berarti setiap tim akan melakoni 34 pertandingan sepanjang musim, bertanding kandang dan tandang melawan 17 klub lainnya. Sistem perolehan poin tetap konsisten dengan standar FIFA: tiga poin untuk kemenangan, satu poin untuk hasil seri, dan nol poin untuk kekalahan. Untuk menjaga integritas persaingan, penentuan peringkat akhir jika terjadi kesamaan poin akan ditentukan melalui kriteria head-to-head, selisih gol, jumlah gol yang dicetak, poin fair play berdasarkan catatan kartu, dan terakhir undian.

Perubahan signifikan juga terjadi pada regulasi pemain. Kebijakan pemain asing untuk Super League 2025/2026 telah final, memungkinkan klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing dalam skuad, dengan sembilan di antaranya boleh masuk daftar susunan pemain (DSP) untuk setiap pertandingan. Namun, hanya tujuh pemain asing yang diizinkan berada di lapangan secara bersamaan. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah pemain asing di lapangan dari delapan menjadi tujuh ini sejalan dengan permintaan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi talenta lokal. Selain itu, regulasi pemain muda U-23 (kelahiran 2003 atau setelahnya) tetap diterapkan, mewajibkan setiap klub untuk mendaftarkan minimal lima pemain U-23 dan memainkan setidaknya satu pemain U-23 sebagai starter selama minimal 45 menit. Aturan ini bertujuan untuk menyelaraskan dengan kebutuhan tim nasional Indonesia U-23.

Aspek promosi dan degradasi tetap menjadi bagian krusial kompetisi. Tiga tim yang menempati posisi terbawah (peringkat 16, 17, dan 18) pada klasemen akhir Super League akan terdegradasi ke Championship (sebelumnya Liga 2). Sebaliknya, tiga tim teratas dari Championship akan mendapatkan promosi ke Super League. Untuk musim 2025/2026, PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi Lampung FC, dan Persijap Jepara adalah klub-klub yang berhasil promosi setelah menunjukkan performa terbaik di Championship musim 2024/2025. PSIM Yogyakarta bahkan kembali ke kasta tertinggi setelah 18 musim absen.

Jalur menuju kompetisi antarklub Asia untuk wakil Indonesia pada musim 2025/2026 juga mengalami penyesuaian. Indonesia memperoleh dua jatah di kompetisi AFC, namun kedua jatah tersebut harus melalui babak kualifikasi. Juara Super League Indonesia akan mewakili negara di babak kualifikasi AFC Champions League Two (ACL2), sementara runner-up akan berkompetisi di babak kualifikasi AFC Challenge League (ACGL). Berbeda dengan musim sebelumnya, Indonesia tidak memiliki kuota langsung ke fase grup dan tidak ada jatah untuk AFC Champions League Elite (ACLE). Penurunan kuota ini tidak terlepas dari ranking kompetisi sepak bola Indonesia yang berada di peringkat ke-28 Asia secara keseluruhan dan peringkat ke-25 berdasarkan koefisien AFC. Penurunan ranking ini sangat memengaruhi koefisien yang digunakan AFC dalam menentukan jatah tiket kontinental. Direktur Operasional PT LIB (kini I.League), Asep Saputra, pada Mei 2025 menyatakan bahwa posisi Indonesia pada AFC Club Competition Ranking di tahun tersebut akan menentukan kepesertaan untuk musim 2026/2027 dan 2027/2028, menegaskan pentingnya performa klub di tingkat Asia untuk memperbaiki ranking koefisien liga.

Pengenalan Player & Coach Guidelines BRI Super League 2025/2026 oleh I.League, yang dirilis pada 24 Desember 2025, menjadi bukti komitmen operator dalam meningkatkan pemahaman regulasi dan profesionalisme di kalangan pemain dan pelatih. Panduan dwibahasa ini mencakup pembaruan Laws of the Game, regulasi kompetisi, prosedur penerapan VAR, serta kewajiban aktivitas media, menandakan upaya untuk standarisasi dan peningkatan kualitas liga secara menyeluruh. Adopsi VAR sendiri telah menjadi bagian dari Championship sejak musim sebelumnya, menunjukkan investasi teknologi yang bertujuan meningkatkan keadilan dalam pertandingan. Langkah-langkah ini mencerminkan ambisi PSSI dan I.League untuk membentuk ekosistem sepak bola yang lebih kompetitif dan profesional, baik di level domestik maupun di panggung Asia.