Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Krisis Liverpool Terkuak: Lebih dari Sekadar Isu Wirtz

Admin 18 Nov 2025

Krisis Liverpool Terkuak: Lebih dari Sekadar Isu Wirtz

Liverpool saat ini tengah menghadapi periode sulit di Liga Primer Inggris, menduduki posisi kedelapan dalam klasemen per 11 November 2025, terpaut sepuluh poin dari Arsenal di puncak. Performa The Reds telah menunjukkan penurunan drastis, dengan sebelas kekalahan dicatat musim ini, melebihi total kekalahan mereka sepanjang musim sebelumnya. Rentetan hasil buruk ini termasuk kekalahan 3-0 dari Manchester City pada 9 November dan tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 1-0 dari Galatasaray, serta kekalahan 0-3 dari Crystal Palace di Piala EFL.

Meskipun memulai musim 2025/2026 dengan lima kemenangan beruntun di Liga Primer, performa Liverpool di bawah asuhan Arne Slot telah jauh di bawah ekspektasi, ditandai dengan lima kekalahan dalam enam pertandingan terakhir mereka. Pelatih Arne Slot dilaporkan telah mengubah fokus latihan dari gaya berbasis penguasaan bola yang tenang menjadi pendekatan "heavy-metal" yang lebih agresif, sebuah langkah yang diinterpretasikan oleh beberapa pihak sebagai sinyal kepanikan dan kurangnya identitas tim. Masalah taktis yang muncul meliputi penyelesaian akhir yang terfragmentasi, pertahanan yang goyah, dan posisi pemain yang seringkali tidak terorganisir. Kerja sama tim juga terlihat bermasalah, dengan umpan-umpan yang ceroboh dan minimnya pergerakan menyerang. Sentuhan Mohamed Salah di kotak penalti lawan juga menurun drastis musim ini.

Selain itu, Liverpool menghadapi krisis cedera yang signifikan. Kiper utama Alisson Becker diharapkan kembali pada 22 November setelah cedera kaki, sementara Jeremie Frimpong yang cedera hamstring juga diharapkan kembali setelah jeda internasional, meskipun belum sepenuhnya fit. Penyerang Alexander Isak baru saja kembali berlatih setelah tiga minggu absen karena cedera pangkal paha dan masih memerlukan waktu untuk mencapai kebugaran penuh. Yang lebih parah, bek muda Giovanni Leoni dipastikan absen selama setahun penuh setelah menderita cedera ligamen anterior (ACL). Kedalaman skuad di posisi bek tengah senior menjadi perhatian serius. Absennya Mohamed Salah untuk Piala Afrika mulai 21 Desember juga akan menjadi pukulan telak, karena ia berpotensi melewatkan hingga delapan pertandingan.

Di tengah gejolak ini, nama Florian Wirtz, yang didatangkan Liverpool musim panas lalu dengan biaya mencapai £116 juta, menjadi sorotan. Meskipun dianggap sebagai talenta generasi, Wirtz belum mencatatkan satu pun kontribusi gol (gol atau assist) di Liga Primer maupun kompetisi lainnya, menandai awal yang lambat dalam kariernya di Anfield. Performanya menuai kritik, dengan Gary Neville menyebutnya sebagai "masalah". Ia bahkan dicadangkan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Namun, desakan bahwa Wirtz adalah akar masalah Liverpool tampaknya mengabaikan gambaran yang lebih besar. Pelatih Arne Slot sendiri telah membela Wirtz, menyatakan bahwa sang playmaker tidak beruntung dan memerlukan waktu untuk beradaptasi. Ayah sekaligus agen Wirtz juga menegaskan bahwa putranya tidak menyesali kepindahan ke Liverpool dan sedang menjalani proses adaptasi yang "sepenuhnya normal". Ia menyoroti keterlibatan Wirtz dalam permainan, meskipun statistik gol dan assist belum terlihat.

Analisis lebih mendalam menunjukkan bahwa kesulitan Wirtz adalah gejala dari masalah sistemik yang lebih luas di Liverpool. Inkonsistensi taktis di bawah Arne Slot, ditambah dengan cedera pemain kunci dan jadwal padat, telah menciptakan lingkungan yang menantang bagi pemain mana pun, terutama rekrutan baru yang menyesuaikan diri dengan liga yang menuntut seperti Liga Primer. Performa individu Wirtz yang belum maksimal lebih mencerminkan tantangan adaptasi dalam tim yang sedang mencari identitasnya, daripada menjadi penyebab utama kemerosotan raksasa Merseyside ini. Bahkan, Liverpool dilaporkan mulai mencari gelandang serang baru untuk bersaing dengan Wirtz, mengindikasikan adanya kekhawatiran yang lebih dalam mengenai keseimbangan dan kreativitas tim secara keseluruhan. Jelas, bukan hanya Wirtz yang "bapuk", melainkan Liverpool memang sedang bermasalah secara menyeluruh.