Xabi Alonso Panggil Wirtz, Akankah Target Liverpool Itu Berpaling?

Florian Wirtz, gelandang serang internasional Jerman yang didatangkan Liverpool dari Bayer Leverkusen dengan biaya memecahkan rekor transfer Inggris senilai 116 juta poundsterling pada Juni 2025, saat ini menghadapi periode adaptasi yang menantang di Anfield, yang secara kontras menyoroti sanjungan tak henti-hentinya dari mantan pelatihnya, Xabi Alonso, yang kini tengah bergulat dengan tekanan tinggi sebagai manajer Real Madrid. Situasi ini secara fundamental membentuk kembali narasi seputar potensi kepindahan Wirtz, dari yang semula digosipkan meninggalkan Leverkusen menuju Anfield di bawah Alonso, menjadi kemungkinan hipotetis Wirtz mempertimbangkan untuk meninggalkan Liverpool jika Alonso memanggilnya ke Santiago Bernabeu.
Wirtz, yang baru meneken kontrak jangka panjang hingga 2030, belum sepenuhnya menunjukkan performa eksplosif yang membuatnya menjadi pemain terbaik Bundesliga musim 2023-2024. Penampilannya di bawah asuhan Arne Slot disebut "kurang meyakinkan" dan ia "gagal memenuhi ekspektasi" di tim Liverpool. Hingga Desember 2025, Wirtz masih mencari gol pertamanya untuk The Reds, meskipun ia telah menyumbangkan tiga assist di berbagai kompetisi. Untuk mengatasi intensitas fisik Liga Primer, Wirtz bahkan telah menjalani program penambahan berat badan.
Di sisi lain, Xabi Alonso, arsitek di balik kesuksesan bersejarah Bayer Leverkusen yang meraih gelar ganda domestik tak terkalahkan pada 2023-2024 bersama Wirtz, kini berada di bawah pengawasan ketat di Real Madrid. Setelah mengambil alih kursi kepelatihan pada musim panas, Alonso menghadapi serangkaian hasil buruk dan ketegangan di ruang ganti, membuat posisinya "genting" dan masa depannya terancam diputuskan oleh serangkaian pertandingan krusial. Meskipun ia berulang kali menyatakan memiliki "hubungan kepercayaan dan rasa hormat" dengan petinggi klub, keraguan terus meningkat.
Jauh sebelum kepindahan Wirtz ke Liverpool, hubungan dekat antara sang pemain dan Alonso telah menjadi sorotan. Alonso secara terbuka memuji Wirtz sebagai "salah satu pemain terbaik di dunia" dan "kelas dunia", bahkan menyebut Wirtz sebagai "salah satu alasan saya berada di sini [Real Madrid]". Pernyataan ini diucapkan saat Alonso masih di Leverkusen dan Wirtz belum pindah, menegaskan kekaguman mendalam sang pelatih. Sebelum Wirtz memilih Liverpool, Real Madrid adalah salah satu klub papan atas yang santer dikaitkan dengan dirinya, dengan laporan yang mengindikasikan bahwa Wirtz sempat memprioritaskan kepindahan ke ibu kota Spanyol untuk mengikuti Alonso.
Bayer Leverkusen, klub Wirtz sebelumnya, telah berupaya keras untuk mempertahankan sang bintang, bahkan bersedia memecahkan struktur gaji mereka. Namun, keputusan Wirtz untuk bergabung dengan Liverpool, meskipun dengan tawaran finansial yang kabarnya lebih rendah dari Bayern Munich, menunjukkan prioritasnya pada proyek olahraga. CEO Leverkusen, Fernando Carro, bahkan menyatakan bahwa kepergian Wirtz ke Liverpool lebih bisa diterima daripada ke rival domestik Bayern.
Implikasi jangka panjang dari skenario ini sangat signifikan. Jika Wirtz terus berjuang di Liverpool dan Alonso berhasil membalikkan keadaan di Real Madrid, ikatan personal dan profesional mereka dapat kembali menjadi faktor pendorong. Mengingat Wirtz telah menyatakan ketertarikannya untuk "meninggalkan zona nyamannya" dan "mengalami sesuatu yang baru" di masa depan, meskipun saat itu ia masih di Leverkusen, bukan tidak mungkin ia akan mempertimbangkan tantangan baru di bawah mentornya. Namun, dengan kontrak jangka panjang dan investasi besar Liverpool, potensi kepindahan Wirtz dari Anfield ke Madrid di bawah Alonso akan menjadi saga transfer yang rumit dan mahal, melibatkan klausul pelepasan yang kemungkinan besar sangat tinggi, mengingat biaya transfer rekornya baru enam bulan lalu. Direktur olahraga Liverpool Michael Edwards, yang dilaporkan "terobsesi" dengan gaya taktis Alonso, juga akan menghadapi dilema besar jika skenario tersebut terwujud. Pada akhirnya, masa depan kedua tokoh kunci sepak bola Jerman ini, meskipun kini terpisah oleh klub dan liga, akan terus saling terkait dan menjadi subjek spekulasi intensif di pasar transfer Eropa.