Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Idzes-Ridho Pimpin Lonjakan Nilai Pasar, Timnas Indonesia Kian Berharga

Admin 24 Dec 2025

Idzes-Ridho Pimpin Lonjakan Nilai Pasar, Timnas Indonesia Kian Berharga

Perkembangan pesat nilai pasar para pemain Tim Nasional Indonesia menjadi sorotan di penghujung tahun 2025, dengan dua bek tengah, Jay Idzes dan Rizky Ridho, mencatatkan kenaikan signifikan yang menegaskan potensi sepak bola Indonesia di kancah global dan regional. Pembaruan data terbaru dari situs Transfermarkt per 23 Desember 2025 menunjukkan lonjakan valuasi yang substansial bagi kedua pemain tersebut, merefleksikan performa impresif mereka di level klub dan internasional.

Jay Idzes, bek tangguh yang kini membela Sassuolo di Serie A Italia, mengalami peningkatan nilai pasar paling mencolok. Valuasinya melonjak dari 7,5 juta Euro pada Juni 2025 menjadi 10 juta Euro, atau setara dengan sekitar Rp197 miliar pada Desember 2025. Kenaikan ini mengukuhkan Idzes sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi di Timnas Indonesia sekaligus di seluruh kawasan Asia Tenggara. Konsistensi performa Idzes bersama Sassuolo di Serie A, setelah sebelumnya berperan vital membawa Venezia promosi ke kasta tertinggi Liga Italia, menjadi faktor utama di balik apresiasi nilai pasarnya. Penampilannya yang disiplin, tercatat dengan hanya satu kartu kuning sepanjang 15 pertandingan Serie A musim ini dengan total 1.350 menit bermain, turut menopang nilai tersebut. Bahkan, nilai pasar individu Idzes kini melampaui total nilai skuad Timnas Malaysia dan Timnas Thailand.

Sementara itu, Rizky Ridho, bek tengah andalan Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, juga tidak ketinggalan mencatatkan kenaikan nilai pasar. Valuasinya meningkat sebesar 100 ribu Euro, dari sebelumnya 500 ribu Euro menjadi 650 ribu Euro, atau setara dengan sekitar Rp12,8 miliar. Kenaikan ini menegaskan konsistensi Ridho dalam menjaga lini pertahanan, baik di level klub maupun tim nasional. Ridho kini menjadi pemain Indonesia dengan nilai pasar tertinggi di Liga 1, bahkan menempati posisi kedua pemain paling berharga di Super League (Liga 1) secara keseluruhan setelah Thom Haye.

Fenomena kenaikan nilai pasar kedua pemain ini tidak terlepas dari beberapa faktor fundamental. Performa individu yang menonjol dan menit bermain yang reguler di liga yang kompetitif, terutama bagi Jay Idzes di Serie A, menjadi penentu utama. Usia yang relatif muda (Idzes 25 tahun, Ridho 24 tahun) juga memberikan potensi jangka panjang yang menarik bagi klub-klub. Selain itu, eksposur internasional melalui Timnas Indonesia dalam berbagai ajang, seperti Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia, secara signifikan meningkatkan profil para pemain di mata pengamat dan klub-klub mancanegara. Proyek naturalisasi yang dilakukan PSSI dalam beberapa tahun terakhir telah turut mendongkrak total nilai pasar Timnas Indonesia secara keseluruhan, yang kini mencapai sekitar 30 juta Euro. Strategi ini, meskipun menuai pro dan kontra, terbukti meningkatkan daya saing tim dan sekaligus menarik perhatian global terhadap talenta-talenta berdarah Indonesia.

Implikasi dari tren kenaikan nilai pasar ini meluas jauh melampaui angka-angka transfer semata. Peningkatan valuasi Idzes dan Ridho menjadi indikator positif bagi citra sepak bola Indonesia di pasar internasional, membuktikan bahwa pemain-pemain Indonesia memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Hal ini dapat membuka pintu lebih lebar bagi pemain Indonesia lainnya untuk meniti karier di liga-liga Eropa, memacu standar profesionalisme, pengalaman, dan mentalitas kompetitif yang lebih tinggi dalam skuad Garuda. Di sisi lain, peningkatan daya tawar pemain lokal seperti Rizky Ridho dapat mendorong klub-klub Liga Indonesia untuk berinvestasi lebih serius dalam pengembangan talenta muda, infrastruktur, dan manajemen kompetisi yang lebih baik. Namun, pengamat sepak bola nasional Erwin Fitriansyah menyoroti bahwa performa timnas Indonesia masih perlu pembenahan, terutama dalam aspek kreativitas dan konsistensi skema permainan, serta perlunya struktur kepelatihan yang terintegrasi dari level usia muda hingga senior. Bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, juga secara realistis menyatakan bahwa hanya segelintir pemain (sekitar 5-7 orang) di timnas saat ini yang benar-benar siap untuk bersaing di level Piala Dunia.

Masa depan Liga Indonesia dan Timnas Indonesia akan sangat bergantung pada bagaimana tren positif nilai pasar pemain ini dapat dikelola dan dimaksimalkan. Peluang untuk menarik lebih banyak investasi asing ke Liga 1, meningkatkan kualitas pelatihan, dan menciptakan jalur karier yang jelas bagi pemain muda menjadi sangat penting. Tantangan tetap ada dalam menjaga konsistensi performa, menghindari cedera, serta memastikan bahwa pertumbuhan nilai pasar ini berbanding lurus dengan peningkatan prestasi tim nasional di panggung Asia dan dunia, bukan hanya sekadar efek dari naturalisasi semata.