Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Conte di Napoli: Potensi Juara Tak Terbantahkan

Admin 23 Dec 2025

Conte di Napoli: Potensi Juara Tak Terbantahkan

Manajemen Napoli menaruh kepercayaan penuh kepada Antonio Conte, yang baru saja membawa klub meraih gelar Supercoppa Italiana pada 22 Desember 2025, menenggelamkan Bologna 2-0 di final. Kemenangan ini, yang diraih melalui dua gol David Neres, menambah deretan trofi pelatih asal Italia tersebut dan menggarisbawahi kemampuannya untuk bangkit setelah periode sulit, mengokohkan posisinya sebagai arsitek kebangkitan klub.

Penunjukan Conte pada 5 Juni 2024, dengan kontrak tiga tahun hingga Juni 2027, datang setelah musim 2023-2024 yang penuh gejolak bagi Napoli. Klub tersebut, yang setahun sebelumnya secara dramatis mengamankan Scudetto di bawah Luciano Spalletti, terperosok ke posisi ke-10 di Serie A dan gagal berkompetisi di Eropa, melewati tiga manajer berbeda dalam kurun waktu singkat. Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, secara terbuka menyatakan kebanggaannya atas kedatangan Conte, menyebutnya sebagai "pelatih top, seorang pemimpin" yang diyakini akan memulai "pembentukan kembali yang diperlukan" setelah berakhirnya siklus Scudetto.

Conte, yang dilaporkan menjadi pelatih dengan gaji tertinggi di Serie A dengan gaji awal sekitar 6,5 juta euro per musim ditambah bonus, angka yang kemudian meningkat menjadi 11 juta euro setelah memenangkan Serie A, menuntut jaminan investasi di bursa transfer dan hak prerogatif untuk menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang pergi dari skuad. Jaminan ini menjadi krusial mengingat reputasi Conte sebagai pelatih yang menuntut dan terkadang memiliki hubungan yang bergejolak dengan manajemen klub sebelumnya, seperti yang terlihat dari kepergiannya dari Tottenham Hotspur pada Maret 2023.

Filosofi taktis Conte, yang sering mengandalkan formasi tiga bek (3-5-2 atau 3-4-3) dengan penekanan pada intensitas, disiplin, dan peran krusial wing-back, telah terbukti efektif dalam menghasilkan gelar di setiap klub besar yang dilatihnya. Ia memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut bersama Juventus, satu Premier League bersama Chelsea, dan satu lagi Serie A bersama Inter Milan, dan kemudian menambahkan gelar Serie A keempatnya di Italia bersama Napoli pada musim debutnya (2024-2025), menjadikannya pelatih pertama yang memenangkan Scudetto dengan tiga klub berbeda.

Meskipun kesuksesan cepat ini, musim 2025-2026 tidak luput dari tantangan. Napoli saat ini menempati posisi keempat di Serie A per 10 November 2025, dua poin di belakang pemimpin liga Inter Milan. Setelah kekalahan 2-0 dari Bologna, Conte secara terbuka menyuarakan keprihatinannya tentang kurangnya "kimia" dan "energi" dalam skuad, bahkan menyatakan, "Saya tidak melakukan pekerjaan dengan baik" jika para pemain tidak mendengarkannya. Komentar ini sempat memicu spekulasi tentang potensi pengunduran dirinya, namun De Laurentiis dengan cepat menepis rumor tersebut, menegaskan adanya "harmoni khusus" antara dirinya dan Conte, yang ia gambarkan sebagai "pria sejati" yang "mampu mengorbankan setiap detik hidupnya untuk profesinya".

Conte telah menunjukkan kemampuannya untuk merevitalisasi pemain, seperti yang terlihat pada Scott McTominay dan Rasmus Højlund, yang setelah kesulitan mendapatkan waktu bermain reguler di Manchester United, kini menunjukkan performa cemerlang di bawah asuhannya. Højlund, misalnya, telah terlibat dalam 10 gol dalam 19 penampilan terakhirnya. Pelatih berusia 54 tahun itu juga secara tegas menyatakan bahwa Khvicha Kvaratskhelia akan tetap bertahan di klub, meskipun ada rumor transfer.

Dengan raihan trofi Supercoppa Italiana dan janji untuk terus meningkatkan tim, Conte bertekad membawa Napoli kembali ke puncak sepak bola Italia dan Eropa. Komitmen totalnya, dikombinasikan dengan dukungan klub dan investasi yang dijanjikan, memberikan landasan kuat bagi Napoli untuk membangun kembali identitas kompetitif mereka dan membuktikan bahwa keraguan terhadap Conte di kursi pelatih Napoli tidak memiliki dasar. Tantangan untuk mempertahankan momentum di musim kedua, sebuah fenomena yang kadang terlihat dalam kariernya, akan menjadi ujian selanjutnya, namun rekam jejaknya menunjukkan kapasitas untuk adaptasi dan keberlanjutan dalam meraih kemenangan.