Dean Huijsen: Hitungan Mundur Menuju Krisis?

Bek tengah Real Madrid Dean Huijsen saat ini menghadapi periode krusial dalam kariernya di La Liga, dengan sumber-sumber yang dekat dengannya mengindikasikan bahwa tuntutan fisik yang luar biasa telah mengubah musim perdananya di klub raksasa Spanyol tersebut menjadi "bom waktu" yang berpotensi meledak. Pemain berusia 20 tahun itu, yang didatangkan dengan nilai 50 juta poundsterling dari Bournemouth pada musim panas 2025, telah menjadi sorotan publik dan internal akibat performa yang tidak konsisten, memicu kekhawatiran tentang dampak beban kerja yang berlebihan terhadap talenta mudanya.
Huijsen tiba di Real Madrid pada 1 Juni 2025, setelah klub mengaktifkan klausul rilis senilai 50 juta poundsterling (€58 juta atau $66 juta) dari kontraknya di Bournemouth, mengikatnya dengan kontrak lima tahun hingga Juli 2030. Transfer ini terjadi setelah satu musim yang mengesankan di Premier League bersama Bournemouth, di mana ia mencetak tiga gol dan satu assist dalam 33 pertandingan di semua kompetisi, bahkan meraih panggilan tim nasional senior Spanyol. Manajer Real Madrid, Carlo Ancelotti, sebelumnya telah menyoroti pentingnya memperkuat lini belakang klub karena dampak signifikan cedera bek. Ekspektasi tinggi menyertai kedatangan Huijsen, yang dianggap sebagai bagian integral dari rencana jangka panjang klub.
Namun, beberapa bulan sejak kepindahannya, situasi Huijsen telah berubah menjadi tantangan besar. Menurut laporan, ia telah bermain hampir 50 pertandingan untuk klub dan negara sepanjang tahun 2025 saja, sebuah beban kerja yang luar biasa untuk pemain yang masih beradaptasi dengan liga baru dan sistem taktis yang berbeda. Jadwal padat ini diperparah oleh tiga cedera otot terpisah, yang meskipun tidak parah secara individual, secara kolektif mengganggu ritmenya. Akibatnya, mereka yang dekat dengan sang pemain menegaskan bahwa Huijsen "kehabisan tenaga" dan sangat membutuhkan waktu untuk pulih dan mengisi kembali tenaganya.
Inkonsistensi performa Huijsen mencapai titik puncaknya dalam pertandingan melawan Sevilla di Santiago Bernabeu, di mana ia bahkan mendapat cemoohan dari sebagian kecil penonton menyusul kelengahan singkat yang hampir membuat lawan mencetak gol. Momen tersebut, menurut rombongannya, mengabaikan tuntutan fisik yang telah ia hadapi sepanjang musim. Di tengah absennya bek kunci seperti Eder Militao, Huijsen mendapati dirinya memikul tanggung jawab yang lebih besar, harus beradaptasi dengan kemitraan defensif baru bersama Antonio Rudiger. Kemitraan ini, yang baru terbentuk di level tertinggi, menuntut adaptabilitas tinggi dari Huijsen.
Meskipun demikian, laporan dari AS dan Madrid Universal mengindikasikan bahwa Real Madrid tetap memiliki kepercayaan penuh terhadap bek muda tersebut. Klub mengakui bahwa kelelahan dan kurangnya kedalaman skuad telah berkontribusi pada perjuangan baru-baru ini. Jeda libur skuad Real Madrid hingga 29 Desember dipandang sebagai waktu yang esensial, bukan opsional, bagi Huijsen untuk memulihkan diri. Kemampuan Huijsen untuk memanfaatkan periode pemulihan ini dan kembali dengan kekuatan penuh akan sangat menentukan apakah ia dapat mengatasi tantangan awal ini dan memenuhi janji yang menyertai transfernya yang mahal, untuk menjadi pilar pertahanan Real Madrid di masa depan. Kegagalannya untuk mengatasi kelelahan dan tuntutan fisik dapat berdampak signifikan pada prospek jangka panjangnya di klub elite La Liga tersebut.