Lamine Yamal: Bukan Messi, Ingin Ciptakan Legenda Sendiri

Barcelona, Spanyol – Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, telah secara tegas menyatakan pendiriannya mengenai perbandingan yang tak terhindarkan dengan legenda klub, Lionel Messi. Dalam beberapa wawancara terbaru, Yamal menekankan keinginannya untuk menempuh jalannya sendiri dan menciptakan warisannya.
Penyerang sayap berusia 18 tahun, yang kini mengenakan seragam keramat nomor 10 di Camp Nou, telah menjadi sorotan sejak debutnya di tim utama Barcelona pada usia 15 tahun. Bakat luar biasa dan gaya bermainnya yang memukau sering kali memicu perbandingan dengan Messi, yang juga merupakan produk La Masia dan bermain sebagai penyerang kaki kiri yang dominan.
Dalam sebuah wawancara dengan program "60 Minutes" CBS News, Yamal menyampaikan dengan jelas bahwa ia tidak berniat untuk menjadi replika Messi. "Ini adalah rasa saling menghormati, dan saya pikir kami berdua tahu bahwa saya tidak ingin menjadi Messi, dan Messi tahu bahwa saya tidak ingin menjadi dia," kata Yamal. Ia melanjutkan, "Saya ingin mengikuti jalan saya sendiri, itu saja. Saya tidak punya niat untuk menjadi – bermain seperti dia atau menjadi – atau mengenakan nomor 10 yang dikenakan Messi, atau semacamnya."
Meskipun demikian, Yamal tak henti-hentinya menunjukkan rasa hormatnya yang mendalam kepada peraih Ballon d'Or delapan kali itu. Ia berulang kali menyebut Messi sebagai "yang terbaik dalam sejarah" sepak bola. Dalam wawancara lain dengan Mundo Deportivo, ia juga mengakui perbandingan tersebut sebagai sebuah pujian, namun tidak membiarkannya memengaruhinya. "Saya selalu mengatakan Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah. Dibandingkan dengannya berarti Anda melakukan hal yang benar, tetapi saya berusaha menjadi diri saya sendiri," jelasnya.
Performa Yamal di musim 2025/2026 terus menunjukkan kualitasnya yang luar biasa. Hingga saat ini, di La Liga, Yamal telah mencetak 5 gol dalam 10 pertandingan dan secara total ia telah menyumbangkan 12 gol dan assist di liga musim ini. Di semua kompetisi pada musim 2024/2025, ia tercatat telah bermain dalam 14 pertandingan, mencetak 7 gol, dan membuat 8 assist. Ia bahkan menjadi salah satu kandidat kuat untuk Ballon d'Or 2025 berkat penampilannya yang memukau.
Yamal juga mengungkapkan bahwa sebagai seorang anak, ia sering mempelajari umpan-umpan Messi, meskipun secara mengejutkan ia mengaku bukan seorang dribbler di masa mudanya, melainkan lebih fokus sebagai pencetak gol dan pelari. Terkait tekanan sebagai superstar muda, Yamal mengungkapkan bahwa tekanan sebenarnya datang dari tantangan hidup yang dihadapi orang tuanya, bukan dari lapangan sepak bola. "Saya tidak berpikir saya pernah merasakan tekanan bermain sepak bola. Orang tua saya menghadapi tekanan nyata sebagai orang tua muda. Mengelola keluarga, pekerjaan, bahagia, dan membeli hadiah… itu adalah tekanan nyata bagi saya," ujarnya. Yamal bertekad untuk terus berkembang dengan karakter dan kualitasnya sendiri, membangun warisan yang unik tanpa harus selalu berada dalam bayang-bayang seorang legenda.