Index Post Liga Italia Liga Inggris
Kembali

Ferdinand Bedah Saka: Kendali Arsenal Masihkah Solid?

Admin 24 Dec 2025

Ferdinand Bedah Saka: Kendali Arsenal Masihkah Solid?

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, baru-baru ini secara terang-terangan mempertanyakan klaim penyerang Arsenal, Bukayo Saka, yang menyebut The Gunners masih memegang kendali dalam perburuan gelar Premier League di tengah kebangkitan Manchester City. Komentar Ferdinand muncul setelah Arsenal kembali ke puncak klasemen dengan keunggulan dua poin dari City pada 23 Desember 2025, namun dengan sejarah tim London Utara yang pernah "hancur" dalam persaingan gelar. Saka sendiri sebelumnya menyatakan, "Kami fokus pada pekerjaan kami sendiri. Jika kami terus menang, kami akan tetap di atas. Kami merasa dalam kendali."

Skeptisisme Ferdinand berakar pada pengalaman masa lalu Arsenal yang kerap kali kehilangan momentum krusial di akhir musim, di mana mereka sempat memimpin hingga tujuh poin pada bulan sebelumnya. Ia menyoroti rekam jejak Manchester City yang selalu mampu mengejar ketertinggalan dan menyalip rivalnya pada fase-fase penting musim. "Dengan Manchester City yang seperti 'monster' selalu mengintai, saya sulit percaya Saka benar-benar merasa Arsenal sepenuhnya mengontrol persaingan," ujar Ferdinand, sembari menambahkan bahwa "Arsenal sudah pernah berada di posisi ini dan mereka runtuh." Menurut Ferdinand, secara manusiawi para pemain Arsenal pasti merasakan tekanan, terutama ketika City menunjukkan performa impresif.

Bukayo Saka, yang kini berusia 24 tahun, memang merupakan salah satu pilar tak tergantikan di bawah asuhan Mikel Arteta, bahkan kerap disebut sebagai "nyawa" lini serang kanan The Gunners. Pada musim 2024/2025, Saka tampil impresif dengan mencetak 12 gol dan 13 assist dari 37 penampilan di semua kompetisi, menjadikannya salah satu dari hanya tiga pemain Premier League yang mencapai dua digit gol dan assist dalam tiga musim terakhir secara berturut-turut. Di Premier League musim 2024/2025, Saka mencatatkan 6 gol dan 10 assist dari 25 penampilan. Performanya yang konsisten ini menggarisbawahi mengapa Arsenal sangat bergantung padanya.

Namun, ketergantungan ini juga menjadi sorotan tajam dari para analis. Mantan bek Manchester City, Micah Richards, pernah memperingatkan bahwa "Arsenal terlalu sering mengandalkan Saka. Hampir semua ancaman datang dari sisi kanan," sebuah situasi yang menurutnya bisa menjadi masalah serius dalam perburuan gelar. Senada dengan Richards, mantan gelandang Arsenal, Ainsley Maitland-Niles, juga menyebut klub lamanya kini terlalu bergantung pada Bukayo Saka di posisi sayap kanan. Ketergantungan ini semakin terlihat jelas ketika Saka menderita cedera hamstring pada Desember 2024 yang membuatnya absen lebih dari dua bulan hingga Maret 2025. Selama periode tersebut, Arsenal kehilangan salah satu motor serangan utamanya dan dampak absennya Saka terhadap performa tim menjadi nyata. Kepergiannya selama 13 pertandingan Premier League musim 2024/2025 secara signifikan memengaruhi produktivitas tim.

Menyikapi masalah ketergantungan ini, Arsenal sendiri telah berupaya menambah kedalaman skuad. Pada Juli 2025, The Gunners dikabarkan mengejar Noni Madueke dari Chelsea dengan nilai £50 juta, sebuah langkah yang dianalisis sebagai upaya untuk mengurangi beban Saka dan memberikan opsi serangan lain dari sisi kanan. Meskipun Saka sendiri menekankan bahwa timnya tidak terpengaruh oleh opini publik dan fokus pada soliditas internal, pernyataan Ferdinand menggarisbawahi perbedaan pandangan antara keyakinan internal tim dan realitas persaingan ketat di Premier League.

Secara keseluruhan, Arsenal mengakhiri musim 2024/2025 di posisi kedua Premier League dengan 74 poin, tertinggal 10 poin dari juara Liverpool. Mereka juga berhasil mencapai semifinal Liga Champions musim yang sama. Memasuki musim 2025/2026, Arsenal memulai dengan kuat, memimpin klasemen dengan 22 poin dari sembilan pertandingan pada akhir Oktober 2025. Meskipun demikian, pertanyaan mengenai kemampuan Arsenal mempertahankan kendali tetap relevan. Pengalaman masa lalu yang menunjukkan kerentanan mereka di bawah tekanan, ditambah dengan ketergantungan pada seorang pemain kunci seperti Saka yang rawan cedera, menjadi faktor penting. Keberhasilan Arsenal dalam jangka panjang akan sangat bergantung pada bagaimana Mikel Arteta dapat menyeimbangkan kontribusi individu brilian Saka dengan distribusi ancaman yang lebih merata di seluruh lini serang, serta memastikan kedalaman skuad yang memadai untuk menghadapi kerasnya jadwal kompetisi.