Inter Tegaskan Kepercayaan Mutlak pada Lautaro Martinez

Kemenangan 2-0 Inter Milan atas Pisa di Serie A pada Minggu (30/11/2025) menjadi panggung bagi kapten sekaligus striker andalan Nerazzurri, Lautaro Martinez, untuk membungkam kritik yang sempat meragukan performanya. Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, dengan tegas menyatakan bahwa klub tidak pernah sekalipun meragukan kemampuan Lautaro Martinez, bahkan di tengah sorotan publik.
Lautaro Martinez tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol krusial di babak kedua pertandingan melawan Pisa. Gol-gol tersebut tercipta pada menit ke-69 dan ke-83, mengamankan tiga poin penting bagi Inter setelah sempat mengalami dua kekalahan beruntun di semua kompetisi, termasuk derbi melawan AC Milan dan kekalahan dari Atletico Madrid di Liga Champions.
Sebelumnya, Lautaro sempat menjadi target kritik setelah hanya mencetak satu gol dalam enam pertandingan terakhirnya di liga. Namun, Chivu mengungkapkan alasan di balik penurunan performa yang terlihat dan keputusan pergantian pemain yang dilakukannya pada dua pertandingan sebelumnya. Chivu menjelaskan bahwa Lautaro Martinez sedang menderita gejala flu sebelum derbi Milan dan pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid.
"Kami tahu pentingnya semua pemain kami, khususnya kapten kami," ujar Chivu kepada DAZN Italia. "Mungkin ada orang-orang di luar yang meragukannya, tapi kami tidak pernah, karena kami tahu seberapa peduli dan seberapa banyak yang ia bawa ke tim ini." Chivu juga menambahkan bahwa pemberitaan media yang meragukan Lautaro sering kali dilebih-lebihkan untuk menciptakan berita utama.
Lautaro Martinez sendiri menanggapi kritik tersebut dengan santai. "Saya sudah terbiasa dengan kritik," kata Lautaro. "Saya bekerja untuk diri saya sendiri, untuk Inter, dan untuk keluarga saya, jadi saya membiarkan mereka di luar kelompok itu berbicara sesuka mereka. Saya senang untuk tim, untuk keluarga saya, dan untuk diri saya sendiri. Saya bekerja untuk Inter dan hanya itu."
Penyerang asal Argentina yang kini berusia 28 tahun ini juga menegaskan harapannya untuk masa depan yang panjang bersama Nerazzurri. Komitmen tersebut diperkuat dengan perpanjangan kontraknya hingga Juni 2029. Dengan kesepakatan baru ini, Lautaro dilaporkan akan menerima gaji sekitar 9 juta euro bersih per musim, menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi di Inter.
Sebagai kapten tim, Lautaro Martinez telah membuktikan kualitasnya secara konsisten. Ia adalah pencetak gol terbanyak Inter dalam dua musim terakhir dan berada di jalur yang tepat untuk melakukannya lagi musim ini. Saat ini, ia menjadi pencetak gol terbanyak Serie A dengan enam gol. Lautaro juga tercatat sebagai pencetak gol tertinggi keempat sepanjang sejarah Inter Milan dengan 163 gol, melampaui Sandro Mazzola.
Kemenangan atas Pisa membawa Inter Milan mendekati puncak klasemen Serie A, kini hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen AC Milan, dan berada di posisi ketiga dengan 27 poin, setara dengan AS Roma yang berada di posisi kedua. Ini menegaskan bahwa kepercayaan Inter pada Lautaro Martinez tidak pernah goyah, dan sang kapten terus menjadi figur sentral dalam ambisi Scudetto mereka.