Masa Depan Inzaghi Terkunci di Inter dengan Trofi Liga Champions

Inter Milan baru-baru ini menghadapi kenyataan pahit di final Liga Champions UEFA 2024-2025 setelah dikalahkan telak 5-0 oleh Paris Saint-Germain pada 31 Mei 2025, di Allianz Arena, Munich. Kekalahan ini menandai final Liga Champions kedua bagi Simone Inzaghi sebagai pelatih Inter, setelah sebelumnya juga takluk di tangan Manchester City pada tahun 2023.
Sebelum pertandingan final krusial tersebut, manajemen Inter Milan telah menyiratkan keinginan kuat untuk mempertahankan Simone Inzaghi, terlepas dari hasil akhir di kompetisi Eropa. Laporan pada bulan April dan Mei 2025 mengindikasikan bahwa Inter berencana menawarkan perpanjangan kontrak kepada Inzaghi hingga Juni 2027 atau bahkan 2028, disertai kenaikan gaji yang signifikan. Presiden Inter, Giuseppe Marotta, bahkan secara eksplisit menyatakan bahwa kekalahan di final tidak akan mempengaruhi keputusan klub terkait masa depan Inzaghi. Marotta menegaskan bahwa klub merasa bangga dan terhormat untuk melanjutkan kerja sama dengan Inzaghi, dan pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak sudah direncanakan.
Namun, di tengah sinyal positif dari Inter, Inzaghi juga dihadapkan pada tawaran menggiurkan dari luar. Klub Arab Saudi, Al-Hilal, dilaporkan mengajukan proposal "menggiurkan" senilai €60 juta untuk kontrak dua tahun. Inzaghi sendiri mengakui adanya tawaran tersebut dalam konferensi pers pra-pertandingan final Liga Champions.
Pasca-kekalahan telak dari PSG, spekulasi mengenai masa depan Inzaghi semakin memanas. Meskipun Inter ingin mempertahankannya, Inzaghi menyatakan akan bertemu dengan klub untuk membahas masa depannya secara tenang. Situasi ini mencapai puncaknya ketika, tiga hari setelah final, Simone Inzaghi secara resmi meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Inter Milan berdasarkan kesepakatan bersama. Keputusan ini muncul di tengah laporan pada 3 Juni 2025 yang menyebutkan bahwa Inzaghi masih bimbang mengenai masa depannya, meskipun dewan direksi Inter tetap berkeinginan untuk melanjutkan kerja sama dengannya di musim mendatang. Kepergian Inzaghi ini mengakhiri era empat tahunnya bersama Nerazzurri, sebuah periode yang diwarnai dengan pasang surut, termasuk dua penampilan di final Liga Champions.