Shabazz Muhammad: Eks Bintang NBA Siap Guncang IBL

Shabazz Muhammad, pilihan ke-14 NBA Draft 2013, yang pernah bermain lima musim di National Basketball Association (NBA) bersama Minnesota Timberwolves dan Milwaukee Bucks, kini mencoba peruntungan menaklukkan kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) sebagai pemain kunci untuk klub Hangtuah Jakarta. Langkah Muhammad ke IBL menandai tren yang berkembang di mana mantan pemain NBA mencari peluang di liga-liga internasional, sekaligus meningkatkan profil dan daya saing liga basket di Asia Tenggara.
Karier Muhammad di NBA dimulai dengan ekspektasi tinggi setelah menjadi salah satu prospek sekolah menengah atas paling diakui secara nasional, meraih gelar Mr. Basketball USA dan Naismith Prep Player of the Year pada tahun 2012. Di UCLA, dia memperoleh penghargaan All-American dan dinobatkan sebagai co-Freshman of the Year Pac-12, mencetak rata-rata 17,9 poin per gim. Namun, perjalanan NBA-nya, meskipun berlangsung lima tahun dan mencakup 278 pertandingan musim reguler, tidak sepenuhnya memenuhi proyeksi awal. Dia mencatatkan rata-rata 9,0 poin dan 2,8 rebound per gim sepanjang kariernya di NBA. Musim terbaiknya datang pada 2014-2015 bersama Timberwolves, di mana ia rata-rata menyumbang 13,5 poin per gim. Setelah NBA, Muhammad bermain di berbagai liga internasional, termasuk Tiongkok, Lebanon, Filipina, dan Venezuela, sebelum bergabung dengan Hangtuah Jakarta pada Mei 2025.
Kedatangan Muhammad di IBL, khususnya untuk Hangtuah Jakarta, merupakan langkah strategis bagi klub dan liga. Hangtuah merekrut Muhammad bersama Devin Davis untuk mengisi kekosongan setelah kehilangan dua pemain kunci, Adonys Henriquez dan Samuel Adewunmi. Musab Mochammad, Managing Director Hangtuah Jakarta, menyatakan bahwa kehadiran Muhammad menunjukkan tekad tim untuk melaju lebih jauh, bukan hanya sekadar lolos playoff. Rino Donosepoetro, founder klub yang berdiri sejak 1982, menambahkan bahwa Muhammad adalah "pemain paling high profile" di Hangtuah, dan mungkin di IBL, mengingat statusnya sebagai draft pick NBA tertinggi yang pernah bermain di Indonesia.
Data menunjukkan Muhammad dengan cepat beradaptasi dengan IBL. Dalam tujuh pertandingan bersama Hangtuah, ia rata-rata mencetak 25,0 poin, 12,4 rebound, dan 1,9 assist per gim, menunjukkan dominasi di bawah ring dengan rata-rata 6,0 rebound ofensif. Angka-angka ini menyoroti kemampuannya untuk menjadi kekuatan ofensif dan defensif di liga Indonesia. Salah satu penampilan menonjolnya adalah di Game 1 Playoff IBL GoPay 2025 melawan Dewa United Banten, di mana ia mencetak 25 poin, 13 rebound, dan satu assist.
Keputusan IBL untuk mengubah peraturan pemain asing telah memicu masuknya mantan pemain NBA ke liga. Sejak musim 2024, IBL mengizinkan klub untuk merekrut hingga tiga pemain asing, dengan dua di antaranya memiliki batasan tinggi badan 200 cm dan satu pemain tanpa batasan tinggi badan, serta tiga pemain asing dapat bermain secara bersamaan di lapangan. Liga juga menghapus proses draft pemain asing dan memungkinkan klub bernegosiasi langsung dengan pemain, asalkan melalui agen berlisensi FIBA dan sesuai dengan salary cap yang ditetapkan. Untuk musim 2026, IBL menetapkan batasan gaji maksimal 30.000 Dolar AS per bulan untuk pemain asing, sebuah kebijakan yang bertujuan menjaga proyeksi keuangan klub dan daya saing kompetisi. Perubahan ini telah menghasilkan delapan mantan pemain NBA di IBL 2024, termasuk nama-nama seperti Jordan Adams, K. J. McDaniels, dan Thomas Robinson.
Kehadiran pemain dengan kaliber NBA seperti Shabazz Muhammad memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan bagi IBL. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas permainan dan daya tarik liga bagi penggemar, tetapi juga memberikan eksposur internasional yang lebih besar. Bagi Muhammad sendiri, IBL menawarkan platform untuk kembali menunjukkan dominasinya dan mungkin membangun kembali citra kariernya di panggung yang berbeda, jauh dari tekanan ekspektasi NBA. Perjalanan Muhammad dari prospek terkemuka NBA hingga tantangan di IBL mencerminkan dinamika global bola basket profesional, di mana bakat tinggi mencari peluang untuk berkembang dan berkontribusi di berbagai belahan dunia.